Selasa, 17 November 2015

dilema

memandang biru langit
melihat hamparan luas awan beriringan
merasakan kesejukan hembusan angin
mendengar syahdunya nyanyian burung
dengan mata terpejam
mulut terbungkam
merasakan indahnya ciptaan tuhan
dalam diam mengamati inci demi inci semesta
tersenyum  mengingat kenangan masa lalu
merenung menghadapi masa depan
beranjak dewasa....
takut melangkah...
takut salah...
takut segalanya...
ingin mengulang indahnya masa kecil
ingin measakan bermain dengan teman
bukan keegoisan masa depan yang di inginkan
saat kecil begitu senang membayangkan menjadi dewasa
tetapi saat dewasa ingin kembali menjalani kesenangan di masa sebelumnya
beginikah hidup???
susah untuk dijalani
sulit untuk diakhiri


Selasa, 03 November 2015

i miss you

aku merindukanmu
aku tak bisa hapuskan kenanganmu
aku tak bisa lupakan hal tentangmu
aku tak sanggup palingkan wajah darimu
aku tak kuasa melihatmu melangkah menjauh
aku tak berani merasakan sakitnya kehilanganmu
bibir tersenyum meski hati menangis di hadapanmu
tak ingin kau tau..
bagaimana sakitnya kehilanganmu
bagaimana perihnya jauh darimu
bagaimana hancurnya kehilangan hari-hari indah bersamamu
kau tau...sebenarnya...
jauhnya jarak tak memisahkan kita
bedanya waktu tak menjauhkan satunya hati kita
tapi mungkin inilah yang terbaik untuk kita
jauh dalam jarak beda dalam waktu
tetapi hati tetap dalam satu cinta dalam satu rasa
dan akan terus bersama
dalam satu ikatan batin yang tak pernah terpisah kejamnya dunia


indah pada waktunya

Realita tanpa kesadaran
akan jauh dari apa yang diharapkan
biasanya tidak sesuai dengan harapan
kadang lebih baik
kadang pula lebih buruk
tidak ada yang pernah menyangkanya
mengharapkan kebaikan...
realita mengatakan keburukan
mengharapkan keburukan...
kebaikan datang menghapuskannya
Tuhan telah menentukan
biasanya hal yang kita anggap baik
sebenarnya tidak baik untuk kita
dan hal yang kita anggap buruk
itulah hal yang sebenarnya baik untuk kita
lebih bersyukur dengan karunia Tuhan
karna percayalah...
segala sesuatu akan indah pada waktunya


be a honesty

ketika kita mengakui sebuah kebohongan
dan kita mengatakan sebuah kebenaran
mungkin hati kita akan di hadapkan pada keraguan dan ketakutan
takut akan disalahkan
takut akan dikucilkan
takut akan kehilangan kepercayaan
takut akan kehilangan orang yang di sayang
dan keraguan dan ketakutan itu
sebenarnya akan membuatmu berani
berani menghadapi kerasnya kejujuran hidup
berani melawan manisnya bujuk rayu kebohongan
berani menerima pahitnya kejujuran
berani ikhlas dengan hal yang di dapatkan
dan sesungungguhnya
suatu saat ketakutan dan keraguan itu
akan membuat mu berani menyatakan yang sebenarnya